Halaman

HOBBY

 

 Hobi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Hobi adalah kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk menenangkan pikiran seseorang. kata Hobi merupakan sebuah kata serapan dari Bahasa Inggris "Hobby"

Tujuan

Tujuan hobi adalah untuk memenuhi keinginan dan mendapatakan kesenangan . Terdapat berbagai macam jenis hobi seperti mengumpulan sesuatu (Koleksi), membuat, memperbaiki, bermain dan pendidikan dewasa.

Contoh

Contoh jenis-jenis dari hobi antara lain :

  BERIKUT INI ADALAH HOBI YANG ANEH DI DUNIA:

   10 Hobi Teraneh di Dunia

Hobi merupakan hal yang biasa kita lakukan untuk menghabiskan waktu. Hobi juga bisa dibilang sebagai penghilang Stres. Tapi 10 Orang Dibawah ini Mempunyai Hobi yang Aneh dan Tidak Lazim, yang sudah rangkum dalam 10 Hobi Teraneh di Dunia Langsung aja Ce ki dot :

1. Pura Pura Mati
http://www.didunia.net/
Chuck Lamb,47, yang sering di sebut dengan orang mati mungkin mempunyai hobby yang paling aneh yaitu: pura-pura mati. Tidak cukup sampai disitu, ia juga merekam semua adegan kematiannya dalam bentuk foto dan video dan dipublikasikan di websitenya sejak tahun 2005. Karena hobby anehnya ini, website miliknya dikunjungi oleh 32 juta orang dan menarik perhatian media TV untuk mengundangnya. buka aja gan www.deadbodyguy.com utk lihat lbh byk video dan fotonya

2. Nampang Di Siaran Langsung 

http://www.didunia.net/
http://www.didunia.net/
Paul Yarrow dari London Selatan memiliki hobby yang aneh : narsis di siaran langsung. Jadi, jika kru TV datang ke suatu tempat dan mulai mengabarkan berita terkini dari lokasi tersebut, orang ini selalu berada di belakang pembawa acara. Paul sudah nampang di beberapa siaran langsung BBC, ITV, Channel 4 dan Sky News di waktu dan tempat yang berbeda.

3. Memberi $10 Untuk Orang Asing 

http://www.didunia.net/
Reed Sandridge kehilangan pekerjaan tahun lalu dan memiliki hobi baru sejak saat itu. ia memberi uang $10 per hari kepada seseorang yang nampak seolah-olah mereka bisa menggunakannya, orang yang berbeda setiap hari. tidak lama setelah ia di berhentikan dari pekerjaannya, pada ulang tahun ketiga ematian ibunya, ia mulai memberi da mendokumentasikan pemberiannya dalam sebuah buku catatan hitam kecil dan kemudian menceritakan tentang orang-orang yang ditemuinya. Pada hari ke-94, dia telah memberikan hampir $ 1.000, membagi-bagikan uang di badai salju, waktu hujan, pada hari tercerah. Beberapa orang memberi dia uang untuk digunakan untuk membantu orang lain. kalo ane di kasi cendol mauu kwkwkw


4. Mengoleksi Pil Ekstasi 

http://www.didunia.net/
Seorang berkebangsaan Belanda lah yang memiliki hobby berbahaya ini. Dia memiliki 2,400 pil ekstasi dengan berbagai warna dan bentuk. Tapi pada tahun 2009, sebagian barang koleksinya itu hilang dicuri. Sang kolektor tidak mau menyebut jati dirinya karena takut ditangkap atas bukti benda hasil koleksinya.


5. Menaiki Roller Coasters 

http://www.didunia.net/
Seorang kakek berusia 78 tahun asal Pittsburgh ini memiliki hobby tidak lazim untuk orang seumuran dia. Kakek ini naik roller coasters 90 kali setiap hari dan total 4000 kali selama masa hidupnya. Vic Kleman menghabiskan 5 jam menaiki the Jack Rabbit roller coaster yang berada di Kennywood Park – West Mifflin. Vic Kleman mengaku memiliki hobby ini sejak tahun 1959 dan merupakan anggota dari American Coaster Enthusiasts. yg ini ane ga brani deh

6. Setubuhi Mayat
http://www.didunia.net/
Carl Tanzler semasa hidupnya telah menderita kelainan aneh yaitu menyukai bercinta dengan Mayat. Pria kelahiran Jerman ini adalah seorang Radiolog RS Marinir di Amerika Serikat. Hebatnya kasus ini baru terbongkar setelah 7 tahun. Saat kasus ini terbongkar, Carl sempat ditahan namun dikeluarkan lagi karena dianggap kasus ini telah kadaluwarsa


7. Memanjangkan Rambut
http://www.didunia.net/
foto diambil tahun 1881-1884
Rambut adalah mahkota wanita. berbagai cara dilakukan pada rambut kaum hawa tersebut agar tampak indah dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya. termasuk diantaranya adalah memanjangkan rambutnya.
Bila panjangnya secara wajar tentu tampak indah, namun apa jadinya bila panjangnya mencapai 37 kaki malah akhirnya justru tampak mengerikan. bahkan hal ini dilakukan ramai-ramai oleh satu keluarga besar. mereka adalah 7 sutherland bersaudara dari newyork.

8. Memanfaatkan Lakban menjadi karya seni yang menakjubkan
http://www.didunia.net/
http://www.didunia.net/
Apa sih yang terbayang di benak Anda ketika melihat sebuah Lakban....??? Pastilah Lakban itu berfungsi untuk memper-erat antara sesuatu dengan sesuatu. Singkatnya, Lakban digunakan untuk menge-lem suatu benda agar tidak mudah jatuh dan tidak mudah terlepas.
Namun, rupanya ada orang-orang yang dianggap 'gila', memanfaatkan Lakban menjadi karya seni yang menakjubkan. Mulai dari membuat patung, stiker mobil, seni bunga, tas jinjing, bagasi tambahan di mobil, sampai membuat gaun di pesta


9. Mencuri pakaian dalam wanita
http://www.didunia.net/
Obsesi seorang perawat terhadap celana dalam perempuan terbongkar saat polisi menemukannya ratusan celana dalam di lemarinya. Dari lemari milik seorang pria berusia 39 tahun, polisi menemukan Sekitar 400 celana dalam serta 10 BH. Setelah diselidiki, ternyata seluruh pakaian dalam tersebut merupakan hasil curian dari wilayah tempat tinggalnya. Pria tersebut tidak memiliki celana dalam sendiri, tetapi menggunakan celana dalam curiannya untuk dipakai sehari-hari. Ia juga mengaku jika dirinya telah melakukan kebiasaan anehnya tersebut sejak masa sekolah

10. Makan ulat dan serangga
http://www.didunia.net/
Sebuah keluarga di Desa Dadapan, Kecamatan Sedan, Rembang, Jawa Tengah, mempunyai kebiasaan aneh. Mereka gemar menyantap ulat dan serangga. Tak hanya itu, mereka juga melahap binatang yang dianggap sebagian orang menjijikkan, seperti cicak, bekicot dan lalat. Saking terbiasanya, mereka bahkan tak jijik menyantap hewan-hewan itu dalam keadaan hidup. Keluarga itu adalah pasangan Ramlan dan Sriyatun serta empat orang anaknya. Ulat kesukaan keluarganya adalah ulat yang tinggal di daun pisang.

Ulat dalam keadaan hidup dikumpulkan dalam kantong plastik dan dibawa pulang untuk dibagikan kepada istri dan anak-anaknya. Cara makan setiap anggota keluarga berlainan. Biasanya Ramlan meletakkan ulat dipermukaan lidah terlebih dulu dan dicampur air liur sebelum dikunyah. Selanjutnya baru ditelan. Sedangkan, istrinya langsung ditelan masuk perut. Karena kebiasaan aneh ini, tak mengherankan warga kampung menjuluki mereka sebagai keluarga pemakan ulat.
 


Hobi yang Bisa Mendatangkan Uang

Dari hobi bisa juga berbisnis dan mendatangkan uang. Bagi yang hobi menulis bisa jadi bisnis yang mendatangkan uang baginya. Ada sebuah kisah satu pengarang buku komputer, hobi komputer saat ini menjadi pemilik sebuah penerbitan. Dia menulis buku dan diterbitkan perusahan lain sekarang dia menulis buku dan menerbitkan sendiri dengan penerbitannya bahkan sekarang dia juga mengumpulkan beberapa penulis di kota-kota lain dan menerbitkanbuku-buku dengan penerbitannya.
Hobi menulis jangan dianggap sepele karena jika bisa mengelola dengan baik kemampuan menulis bisa mendatangkan uang. Jika kesulitan menembus penerbit sedangkan sudah banyak ide yang perlu di kembangkan bisa dimulai dengan menerbitkan buku lewat ebook. Ini juga salah solusi jika kesulitan dalam pemasaran. Karena dengan menerbitkan ebook modal yang dibutuhkan sangat kecil. Sudah banyak yang sukses dengan menerbitkan ebook.
Dari yang awalnya hobby komputer hobi menulis akhirnya punya penerbitan. Begitu pula buat yang pastinya punya hobi tertentu. Dari yang hobi online, mungkin bisa mencoba bisnis online, blogging, dll. Blogging pun bisa mendatangkan uang. Blogging alias menulis diary artikel online berupa blog, baik di blog gratisanseperti blogger.com,wordpress.com,multiply.com ataupun di blog-blog berbayar ternyata bisa mendatangkan uang.
Blog dengan ditempel google adsense merupakan salah satu peluang usaha tanpa modal uang. Tinggal apakah anda punya kemauan untuk memulai. Dari pengalaman dan belajar dari buku dan pengalaman orang lain dan motivasi yang bukan bersifat uang pada saat anda mau memulai suatu bisnis.
Selamat Mencoba



BAGI YANG PUNYA HOBI FOTOGRAFER

Setting Dslr

Optimalkan setting  manual pada kamera anda

Biasa jadi semenjak pertama seseorang membeli kamera digital, mode yang senantiasa dipakainya untuk memotret adalah mode AUTO. Alasan pertama karena mode ini memang menjadi mode yang paling mudah dipakai dan relatif bisa diandalkan pada berbagai macam situasi tanpa takut hasil fotonya akan mengecewakan. Alasan kedua mungkin karena kebetulan pada kamera digital itu hanya tersedia mode AUTO saja, sehingga ‘terpaksa’ tidak bisa berkreasi lebih jauh dengan mode manual. Memang pada umumnya kamera digital berjenis point-and-shoot dirancang amat simpel dan tidak dilengkapi dengan banyak fitur manual layaknya kamera prosumer. Namun bagi anda yang memiliki kamera dengan fitur manual, masihkah anda tetap memakai mode AUTO setiap saat?
Artikel ini akan mengajak anda untuk mengoptimalkan fitur-fitur manual yang ada pada kamera digital anda. Sebagai langkah awal, pertama tentunya adalah kenali dulu fitur manual apa saja yang tersedia di kamera anda, mengingat tiap kamera memiliki spesifikasi yang berbeda. Coba kenali dan periksa kembali spesifikasi kamera anda, akan lebih baik bila semua fitur manual di bawah ini tersedia pada kamera anda :
  • Manual sensitivity/ISO, artinya pada kamera tersedia pilihan untuk menentukan nilai sensitivitas sensor/ISO mulai dari AUTO, 100, 200, 400 hingga 1600. Ada kamera yang bahkan untuk menentukan nilai ISO sepenuhnya adalah AUTO, ada kamera yang nilai ISO terendahnya di 50, dan ada kamera yang sanggup mencapai ISO amat tinggi (3200, 6400 hingga 10000).
  • Advance Shooting Mode : P (Program), A (Aperture Priority), S (Shutter Priority), M (Manual). Lebih lanjut akan kita bahas nanti.
  • Exposure Compensation (Ev), digunakan untuk mengkompensasi eksposure ke arah terang atau gelap. Apabila eksposure yang ditentukan oleh kamera tidak sesuai dengan keinginan kita, fitur ini dapat membantu. Naikkan Ev ke arah positif untuk membuat foto lebih terang dan turunkan untuk mendapat foto yang lebih gelap. Biasanya tingkatan/step nilai Ev ini dibuat dalam kelipatan 1/3 atau 1/2 step.
  • Manual focus, suatu fitur yang tidak begitu banyak dijumpai di kamera saku. Berguna apabila auto fokus pada kamera gagal mencari fokus yang dimaksud, seperti pada objek foto yang tidak punya cukup kontras untuk kamera mengunci fokus (karena kerja auto fokus kamera berdasar pada deteksi kontras).
  • Manual White Balance, untuk mendapatkan temperatur warna yang sesuai dengan aslinya. Bermacam sumber cahaya yang berlainan sumbernya memiliki temperatur warna (dinyatakan dalam Kelvin) berbeda-beda, sehingga kesalahan dalam mengenal sumber cahaya akan membuat warna putih menjdi terlalu biru atau terlalu merah. Umumnya semua kamera digital termasuk kamera ponsel telah memiliki fitur auto White Balance yang bisa beradaptasi pada berbagai sumber cahaya. Namun sebaiknya kamera anda memiliki keleluasaan untuk mengatur White Balance secara manual seperti Daylight, Cloudy, Tungsten, Flourescent dan manual adjust.
  • Flash intensity level, berguna untuk mengubah-ubah kekuatan cahaya dari lampu kilat pada kamera. Hal ini kadang berguna saat hasil foto yang diambil dengan lampu kilat ternyata terlalu terang atau justru kurang terang.
Fitur manual manakah yang paling berdampak langsung pada kualitas hasil foto? Karena fotografi adalah permainan cahaya (exposure) dimana tiga unsur pada kamera yang menentukan adalah Shutter speed (kecepatan rana), Aperture (diafragma) dan ISO, maka fitur manual paling penting menurut saya adalah fitur manual P/A/S/M dan fitur manual ISO (sejauh yang saya amati, apabila sebuah kamera telah memiliki fitur P/A/S/M, maka kamera tersebut juga telah memiliki fitur manual ISO). Pada prinsipnya, kamera (dan fotografer) akan berupaya untuk menghasilkan sebuah foto yang memiliki eksposure yang tepat. Artinya, foto yang dihasilkan semestinya tidak boleh terlalu gelap atau terlalu terang. Gelap terangnya foto yang dibuat oleh kamera ditentukan dari ketiga faktor tadi, dimana :
  • shutter bertugas mengatur berapa lama cahaya akan mengenai sensor (atau film pada kamera analog), dinyatakan dalam satuan detik. Semakin singkat kecepatan shutter maka semakin sedikit cahaya yang masuk, dan demikian pula sebaliknya. Biasanya kamera memiliki kecepatan shutter mulai dari 30 detik hingga 1/4000 detik.
  • aperture memiliki tugas mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke lensa (dengan memperbesar atau memperkecil ukuran difragma), dinyatakan dalam f-number berupa skala pecahan mulai yang terbesar hingga terkecil (contoh : f/2.8, f/3.5, f/8 dsb). Nilai f-number kecil menandakan bukaan diafragma besar, sedang nilai f besar menunjukkan bukaan diafragma kecil. Nilai maksimum dan minimum dari diafragma suatu kamera ditentukan dari lensanya, dan nilai ini akan berubah seiring dengan perubahan jarak fokal lensa.
  • ISO menentukan tingkat sensitivitas sensor terhadap cahaya sehingga semakin tinggi nilai ISO maka sensor akan semakin peka terhadap cahaya meski dengan resiko meningkatnya noise pada foto. Faktor ISO ini menjadi pelengkap komponen eksposure selain shutter dan aperture, terutama saat kombinasi shutter dan aperture belum berhasil mendapatkan nilai eksposure yang tepat.
Pada kamera terdapat suatu alat ukur cahaya yang fungsinya amat penting dalam menentukan eksposure yang tepat. Alat ukur ini dinamakan light-meter, fungsinya adalah untuk mengukur cahaya yang memasuki lensa, biasa disebut dengan metering (biasanya terdapat dua macam pilihan metering pada kamera, yaitu average/multi segment/matrix dan center weight/spot). Hasil pengukuran ini dikirimkan ke prosesor di dalam kamera dan digunakan untuk menentukan berapa nilai eksposure yang tepat. Setidaknya inilah cara kerja semua kamera yang diopersikan secara otomatis melalui mode AUTO.
Tidak semua foto yang diambil memakai mode AUTO memberikan hasil eksposure yang memuaskan. Terkadang nilai shutter dan aperture yang ditentukan secara otomatis oleh kamera tidak sesuai dengan keinginan kita. Untuk itu keberadaan fitur manual P/A/S/M dapat membantu mewujudkan kreatifitas kita dan pada akhirnya bisa membuat foto yang lebih baik.
Inilah hal-hal yang bisa anda lakukan dengan fitur manual eksposure P/A/S/M pada kamera anda :
  1. Program mode (P). Huruf P disini kadang artinya diplesetkan sebagai ‘Pemula’ karena sebenarnya di mode ini hampir sama seperti memakai mode AUTO (oleh karena itu mode P ini relatif aman untuk dipakai sebagai mode standar sehari-hari). Bila pada mode AUTO semua parameter ditentukan secara otomatis oleh kamera, maka pada mode P ini meski kamera masih menentukan nilai shutter dan aperture secara otomatis, namun kita punya kebebasan mengatur nilai ISO, white balance, mode lampu kilat dan Exposure Compensation (Ev). Tampaknya tidak ada yang istimewa di mode P ini, tapi tunggu dulu, beberapa kamera ada yang membuat mode P ini lebih fleksibel dengan kemampuan program-shift. Dengan adanya program-shift ini maka kita bisa merubah variasi nilai pasangan shutter-aperture yang mungkin namun tetap memberikan eksposure yang tepat (konsep reciprocity) . Bila kamera anda memungkinkan program-shift pada mode P ini, cobalah berkrerasi dengan berbagai variasi pasangan nilai shutter-aperture yang berbeda dan temukan perbedaannya.
  2. Aperture-priority mode (A, atau Av). Mode ini optimal untuk mengontrol depth-of-field (DOF) dari suatu foto, dengan cara mengatur nilai bukaan diafragma lensa (sementara kamera akan menentukan nilai shutter yang sesuai). Aturlah diafragma ke bukaan maksimal (nilai f kecil) untuk mendapat foto yang DOFnya sempit (objek tajam sementara latar belakang blur) dan sebaliknya kecilkan nilai diafragma (nilai f tinggi) untuk mendapat foto yang tajam baik objek maupun latarnya. Biasanya pada lensa kamera saku, bukaan diafragma maksimal di f/2.8 (pada saat wide maksimum) dan bukaan terkecil berkisar di f/9 hingga f/11 (tergantung spesifikasi lensanya). Namun dalam situasi kurang cahaya, memperkecil diafragma akan membuat eksposure jadi gelap, untuk itu biarkan nilai diafragma pada posisi maksimal saat memotret di tempat yang kurang cahaya. Aperture priority mode pada DSLR
  3. Shutter-priority mode (S, atau Tv). Mode ini kebalikan dari mode A/Av, dimana kita yang menentukan kecepatan shutter sementara kamera akan mencarikan nilai bukaan diafragma yang terbaik. Mode ini berguna untuk membuat foto yang beku (freeze) atau blur dari benda yang bergerak. Dengan memakai shutter amat cepat, kita bisa menangkap gerakan beku dari suatu momen olahraga, misalnya. Sebaliknya untuk membuat kesan blur dari suatu gerakan (seperti jejak lampu kendaraan di malam hari) bisa dengan memakai shutter lambat. Memakai shutter lambat juga bermanfaat untuk memotret low-light apabila sumber cahaya yang ada kurang mencukupi sehingga diperlukan waktu cukup lama untuk kamera menangkap cahaya. Yang perlu diingat saat memakai shutter cepat, cahaya harus cukup banyak sehingga hasil foto tidak gelap. Sebaliknya saat memakai shutter lambat, resiko foto blur akibat getaran tangan akan semakin tinggi bila kecepatan shutter diturunkan. Untuk itu gunakan fitur image stabilizer (bila ada) atau gunakan tripod. Sebagai catatan saya, nilai kecepatan shutter mulai saya anggap rendah dan cenderung dapat mengalami blur karena getaran tangan adalah sekitar 1/30 detik, meski ini juga tergantung dari cara dan kebiasaan kita memotret serta posisi jarak fokal lensa. Pada kecepatan shutter sangat rendah di 1/8 detik, pemakaian stabilizer sudah tidak efektif lagi dan sebaiknya gunakan tripod.
  4. Manual mode (M). Di level mode full-manual ini, fotograferlah yang bertugas sebagai penentu baik nilai shutter dan aperture. Light-meter pada kamera tetap berfungsi, namun tidak digunakan untuk mengatur nilai eksposure secara otomatik melainkan hanya sebagai pembanding seberapa jauh eksposure yang kita atur mendekati eksposure yang diukur oleh kamera. Di mode ini dibutuhkan pemahaman akan eksposure yang baik, dalam arti fotografer harus mampu untuk mengenal kondisi cahaya pada saat itu dan dapat membayangkan berapa nilai shutter dan aperture yang diperlukan. Bila variasi kedua parameter ini tidak tepat, niscaya foto yang dihasilkan akan terlalu terang atau terlalu gelap. Namun bila sukses memakai mode manual ini, kita bisa mendapat foto yang memiliki eksposure yang baik melebihi foto yang diambil dengan mode AUTO, Program, Aperture-priority ataupun Shutter-priority. Contohnya pada saat mengambil foto sunset di pantai dimana dibutuhkan feeling yang tepat akan eksposure yang diinginkan.
Dengan memahami fungsi-fungsi dari sitting manual pada kamera, diharapkan kita mau mencoba-coba berkrea dengan setting tersebut dan mendapat hasil yang memuaskan. Selamat berkarya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar